UJIAN AKHIR SEMESTER 1 PENDIDIKAN PANCASILA 1 -KAMPUS MILLENIAL ITBI

   NAMA                : LUSIA SIAGIAN 

   KELAS                : PAGI 

   JURUSAN           : AKUTANSI 

   MATA KULIAH  : PENDIDIKAN PANCASILA


1. Jelaskan mengapa kemajemukan masyarakat indonesia dapat menimbulkan konflik yangmengancam disintegrasi bangsa

Jawaban :

kemajemukan masyarakat Indonesia diantaranya adalah dapat menjadikan Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang hidup berdampingan dan memiliki hubungan yang selaras dan harmonis sehingga terwujudnya suatu rasa persatuan. Dan dari keanekaragaman tersebut akan muncul juga suatu ciri khas dari bangsa Indonesia itu sendiri. Dan dari kemajemukan itu sendiri akan muncul rasa saling menghormati satu sama lain apabila tidak ada pemicu atau pengarus yang dapat menimbulkan masalah negatif tentang kemajemukan masyarakat Indonesia.

Sementara pengaruh dari kemajemukan masyarakat Indonesia dapat terjadinya disintegrasi bangsa diantaranya akan mudahnya muncul suatu konflik. Ciri utama masyarakat majemuk menurut Furnifall adalah kehidupan masyarakatnya berkelompok-kelompok yang berdampingan secara fisik, tetapi mereka sebenarnya terpisahkan oleh perbedaan identitas sosial yang sudah pada masing-masing masyarakat Indonesia sejak lahir. Bayak sekali perbedaan yang dapat menimbulkan konfik diantaranya karena memang terdapat perbedaan dalam cara memandang kehidupan, sistem nilai yang tidak sama, dan agama yang yang dianut berbeda. Perbedaan di akan dapat menimbulkan suatu konflik. Ada ras, etnik, atau penganut agama tertentu yang akses dan kontrolnya pada sumber-sumber daya ekonomi lebih besar, sementara kelompok yang lainnya sangat kurang. Jadi apabila ada salah satu dari perbedaan itu unggul, maka pandangan masyarakat Indonesia akan berbeda-beda. Dan cara pandangan yang salah itulah yang akanmenimbilkan konfik dalam kemajemukan masyarakat Indonesia.


2. Sebutkan penyebab kemajemukan masyarakat Indonesia?

Jawaban :

Kemajemukan masyarakat Indonesia merupakan kondisi dimana di dalam kehidupan sosial berbangsa dan bernegara terdapat keragaman yang bermacam-macam. Baik dari keragaman sukunya, keragaman agamanya, rasnya, bahasanya, dsb.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kemajemukan masyarakat Indonesia, antara lain :  

- Faktor Geografis.

           Letak Indonesia yang berada di posisi silang, menjadikan Indonesia mengadposi banyak kebudayaan dari luar. Selain itu adanya interaksi sosial dengan orang luar menjadikan Indonesia memiliki etnis-etnis baru yang lahir.

- Faktor Perbedaan Keadaan Alam.

           Keadaan alam disetiap tempat dan pulau tidaklah sama, ada yang tinggal di pesisir pantai, di daratan rendah, maupun di dataran tinggi, sehingga menimbulkan perbedaan penyesuaian terhadap keadaan alamnya. Hal inilah yang akhirnya juga menimbulkan keragaman.

- Faktor Sarana dan Prasarana.

           Perbedaan kualitas dan kuantitas sarana prasana di setiap pulau pada akhirnya dapat menimbulkan keberagaman.

- Faktor adanya Perubahan dan Kemajuan.

           Adanya perbedaan tingkat Perubahan dan Kemajuan disetiap lokasi menjadikan timbulnya perbedaan dan keragaman.


3. Sebutkan 4 contoh sikap patriotisme yang ada di sekitar lingkungan rumah mu?

Jawaban :

  • Mengibarkan bendera merah putih di dekat atau depan rumah ketika hari besar nasional dengan baik dan benar.
  • Membaca buku dengan tema perjuangan.
  • Membantu pekerjaan orang tua.
  • Seorang kakak yang memberi teladan dalam hal kegiatan keagamaan.


4. Sebutkan 4 contoh sikap nasionalisme yan ada di sekitar lingkungan rumah mu?

Jawaban :

  • Menghormati orangtua di rumah.
  • Senantiasa ringan tangan atau membantu orangtua.
  • Mendengarkan nasihat baik orangtua.
  • Menunjukkan keteladanan sebagai bagian dari anggota keluarga seperti ikut menjaga nama baik keluarga.


5. Jelaskan mengapa HAM sangat diperlukan dalam sebuah negara?

Jawaban :

HAM penting karena mereka melindungi hak kita untuk hidup dengan harga diri, yang meliputi hak untuk hidup, hak atas kebebasan dan keamanan.HAM didasarkan pada prinsip bahwa setiaporang dilahirkan setara dalam harkat dan hak-haknya. Semua HAM sama pentingnya dan mereka tidak dapat dicabut dalam keadaan apapun.

karena HAM merupakan harkat martabat manusia yang harus dimiliki setiap manusia dan wajib diperjuangkan dan dilindungi oleh negara.


6. Apakah diindonesia sudah menegakkan HAM? Jelaskan beserta contoh!

Jawaban :

Penegakan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia telah direduksi maknanya menjadi “hukum” yang penegakannya dibatasi. Pembatasan dilakukan atas bagaimana menginterprestasi pasal-pasal dalam kitab perundang-undangan. Instrumen hukum HAM memang telah banyak mengadili pelaku-pelaku HAM di Indonesia dan memberikan setitik keadilan bagi korban. Namun, justifikasi atas pelanggaran HAM hanya dibaca dari ketersediaan aturan-aturan yang ada. Akibatnya, proses ini gagal dalam menginterpretasikan kandungan nilai-nilai HAM yang lebih luas dari sekadar pasal-pasal tertulis. Hal inilah yang menjadi penyebab kejumbuhan antara hukum biasa dengan hukum HAM. Terus berlangsungnya pemahaman dan praktik seperti ini menyebabkan berjaraknya atau tertinggalnya nilai-nilai universal kemanusiaan yang membentuk konsep HAM dari praktik penegakannya.

Di sisi lain, penegakan HAM di Indonesia sering direcoki oleh kepentingan-kepentingan ekonomi-politik jangka pendek. Upaya penegakan HAM melalui pembuatan instrumen-instrumen hukum yang gencar dilakukan selepas rezim Orde Baru dalam implementasinya terombang-ambing oleh kepentingan para aktor politik yang bernaung dalam lembaga-lembaga politik. Kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia, seperti di daerah-daerah konflik, kerusuhan Mei 1998, hingga pembunuhan Munir, merupakan sederet kasus yang tidak terselesaikan karena kentalnya intervensi politik terhadap penegakan HAM.

Berbagai permasalahan tersebut menguak dalam diskusi bertajuk ”HAM dalam Perspektif Hukum dan Politik” yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM. Diskusi yang merupakan hasil kerja sama PSKP dengan Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) digelar Senin (31/8) di Ruang Seminar Fisipol UGM. Kegiatan diselenggarakan dalam rangka Pekan Hak Asasi Manusia 2009.

Dalam acara yang menghadirkan pembicara Drs. Dafri Agus Salim, M.A., staf pengajar Jurusan Hubungan Internasional, Fisipol UGM, dan Dr. Eddy O.S. Hiariej, S.H., M.Hum., staf pengajar Fakultas Hukum UGM, juga dibahas beberapa kasus pelanggaran HAM lain yang menimpa WNI dan terjadi di luar negeri. Berbagai pelanggaran yang terjadi di luar negeri tidak mendapat perhatian yang serius. Kalaupun ada respon yang diberikan oleh aktor-aktor dan lembaga-lembaga politik di Indonesia, itu hanya sekadar komoditas politik untuk kepentingan jangka pendek.

Dari kasus-kasus tersebut, dipaparkan di akhir diskusi, setidaknya ada dua persoalan mendasar yang patut untuk dicari jalan keluarnya. Pertama, lemahnya perlindungan HAM bagi warga negara Indonesia. Kedua, adanya perbedaan dalam menginterprestasikan penegakan HAM dari perspektif hukum dan politik. 


7. Menurut pendapat anda apakah seluruh nilai-nilai demokrasi diindonesia sudah diterapkan,jelaksan dengan berbagai kasus yang terjadi diindonesia!

Jawaban :

Belum karena demokrasi itu seharusnya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, namun pada kenyataannya pemerintah masih bertindak sewenang-wenang dan aparatur negara masih menyalahgunakan perangkat negara, dan juga rakyat masih kurang bisa mengeluarkan aspirasinya dengan maksimal.

Contohnya ; Tragedi Trisakti

Demokrasi sendiri memiliki dua sisi yang berbeda, Sebagaimana pada Tragedi Trisakti yang merupakan sebuah peristiwa kelam dalam ejarah demokrasi Indonesia. Dimana hal ini merupakan sebuah peristiwa penembakan, yang terjadi pada tanggal 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta,Indonesia serta puluhan lainnya luka. Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hertanto (1977 – 1998), Hafidin Royan (1976 – 1998 ), dan Hendriawan Sie (1975 – 1998). Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, tenggorokan, dan dada.

Sudah bukan rahasia lagi jika ketika maa orde baru demokrasi adalah sesuatu yang mahal harganya, bahkan untuk menebusnya harus dibayar dengan nyawa. Sebagaimana yang terjadi pada tregedi trisakti. Dilatarbe;akangi oleh  kondisi Ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal 1998, yang terpengaruh oleh krisis finansial Asia sepanjang 1997-1999. Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke Gedung Nusantara, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti.

Mereka melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju Gedung Nusantara pada pukul 12.30 aksi ini sendiri adalah perwujudan dari impelementasi demokrasi yang harusnya berlaku di Indonesia. Namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri dan militer datang kemudian. Beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri. Akhirnya, pada pukul 17.15, para mahasiswa bergerak mundur, diikuti bergerak majunya aparat keamanan.

Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa. Para mahasiswa panik dan bercerai berai, sebagian besar berlindung di Universitas Trisakti. Namun aparat keamanan terus melakukan penembakan. Korban pun berjatuhan, dan dilarikan ke RS 


8. Menurut kamu jika ada seorang teman dan keluarga yang golput, apa yang kamu lakukan?

Jawaban :

Tetap berteman baik tidak memusuhinya dan juga keluarganya , tetapi tidak terpengaruh omongan mereka tentang hak kita melainkan kita jaga dan nasihati mereka dan kita ajak mereka dalam partisipasi dalam membangun negara dan pemilihan.Dan tidak membuat mereka tersinggung.

9. Sebutkan kebijakan pemerintah yang lama dan yang baru?

Jawaban :

Beberapa Kebijakan Pemerintah pada masa Orde Lama:

-Undang-undang Pokok Agraria (Kebijakan Reformasi Agraria)

-Kebijakan Menasionalisasi perusahaan-perusahaan LN (Belanda, Belgia, Jepang dll)

-Kebijakan Pembebasan Irian Barat

-Kebijakan berkonfrontasi dengan Malaysia

-Keputusan keluar dari PBB

-Membentuk Gerakan Non-Blok

-Memasyarakatkan ajaran Nasakom

-Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR-GR)

-Membumikan Panca Azimat Revolusi (Pancasila, Manipol-USDEK, Berdikari, Trisakti, Nasakom)

-Kebijakan Pembubaran Konstituante

-Kebijakan perampingan ditubuh TNI

-Kebijakan penyatuan 4 unsur angkatan bersenjata (AD, AL, AU, Kepolisian) menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)

Beberapa kebijakan pemerintah pada masa orde baru :

- Mengoreksi total penyimpangan yang dilakukan pada masa Orde Lama
- Penataan kembali seluruh aspek kehidupan rakyat, bangsa dan Negara Indonesia.
- Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekwen.
- Menyusun kembali kekuasaan bangsa untuk menumbuhkan stabilitas nasional guna mempercepat proses pembangunan bangsa.


10. Sebutkan perbedaan kebijakan lama dan yang baru?

Jawaban :

Perbedaan ORLA & ORBA adalah:

1. Orientasi kebijakan ekonomi
Orde Lama: Kebijakan ekonomi tertutup orientasi sosialis/komunis- 
Orde Baru: Ekonomi terbuka orientasi kapitalis

2. Kemauan Politik:- 
Orde Lama: Kondisi baru merdeka, emosi nasionalisme sangat tinggi, keinginan terlihat lebih unggul dimata bangsa asing, sehingga proyek mercusuar sangat marak- 
Orde Baru: Kemauan politik kuat untuk membangun ekonomi dan membuka ruang yang besar bagi modal asing

3. Stabilitas Politik dan Ekonomi:- 
Orde Lama: Tingkat inflasi sangat tinggi- 
Orde Baru: Menurunkan tingkat inflasi (1966=500% menjadi 1970=5-10%)

4. Sumber Daya Manusia:- 
Orde Lama: Kualitas SDM yang baik sangat terbatas- 
Orde Baru: Lebih baik dengan meningkatnya presentasi masyarakat yang sekolah

5. Kondisi Politik Dunia:- 
Orde Lama: Situasi dunia yang baru selesai PD II berpengaruh negatif
Orde Baru: Kondisi oil boom, berakhirnya perang dunia vietnam dan perang dingin membawa dampak positif


Komentar